Ahlan Wasahlan Sugeng Rawuh ....

"SELURUH DUNIA ADALAH PESANTRENKU" demikian fatwa Sunan Kalijaga, 600 tahun yang lalu. Sabda pangandika ini mengisyaratkan bahwa tugas dakwah adalah ke seluruh alam tanpa batas. Maka Pesantren Khusnul Khatimah, nyendikani dawuh ini dengan mengirim ratusan santri, kyai, ulama, ustadz ke seluruh penjuru dunia untuk terus mengabarkan ketauhidan Allah SWT.

Zakat Mal, Sumbangan, Infak dan Sedekah Anda
akan kami salurkan untuk membantu program dakwah ke pelosok-pelosok nusantara.

Sabtu, 22 Mei 2010

WALI GRESIK MAULANA MALIK IBRAHIM


Kedatangan Maulana Malik Ibrahim ke tanah Jawa tidak diketahui secara pasti. Menurut Machi Suhadi penyebaran Islam dilakukan denngan cara membaur dengan masyarakat. Selain itu beliau mendirikan pesantren-pesantren yang mendidik calon mubaligh Islam dan bercita-cita mengislamkan Majapahit pada saat itu. Dan dengan perilaku yang simpati serta menjunjung tinggi ajaran Islam. Hingga beliau wafat tahun 882 Hijriah atau 1419 Masehi beliau berhasil menyebarkan Islam di Majapahit dan dimakamkan di Gresik.

Terdapat beberapa pendapat mengenai asal-usul Maulana Malik Ibrahim, di antaranya adalah beliau berasal dari Campa (Kamboja), Kasyan (Persia), dan Samarkandhi (Asia Kecil).

Namun terlepas dari perbedaan pendapat tersebut beliau merupakan tokoh penyebar Islam di wilayah Jawa Timur (Gresik) dari luar Jawa. Maulana Malik Ibrahim bukan orang Islam pertama yang singgah di Gresik, hal ini dapat diketahui adanya nisan seorang wanita muslim bernama Fatimah binti Maimun yang wafat pada tahun 476 Hijriah atau 1087 Masehi.
Kompleks makam Pusponegoro di desa Gapura,

Kecamatan Sukalila (sekarang Kota Gresik), Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur. Makam Maulana Malik Ibrahim berada di bawah cungkup, da dalam cungkup tersebut jaga terdapat dua makam lainnya yang berjajar dari barat – timur. Jirat paling barat adalah makam Maulana Malik Ibrahim, dan di sisi timur nya adalah makam Siti Fatimah (istri), kemudian makam Moqfaroh (anak).

Sebelum memasuki cungkup makam beliau, melewati gapura paduraksa yang terbuat dari bata merah. Pada sisi kanan bawah gapura terdapat prasasti berangka tahun Jawa Kuna 1340 Saka / 1419 Masehi.

Menurut Machi Suhadi yang mengacu pendapat dari Othman bin Yatim dan Abdul Halim Nasir, nisan kubur Maulana Malik Ibrahim berasal dari Pasai, Sedangkan menurut J.P. Moquette menyatakan bahwa nisan-nisan yang terdapat di Pasai dan Gresik menunjukkan persamaan dengan nisan kubur di India, sehingga diduga nisan berasal dari Cambay (India). Hal ini didasarkan atas persamaan gaya tulis khatnya. Menurut Ambary jirat dan nisan Maulana Malik Ibrahim terbuat dari marmer dan berasal dari Cambay.

Nisan kubur (sisi utara) Maulana Malik Ibrahim bertuliskan ayat Al-Qur’an yaitu; Al-Baqarah (255), Al-Imran (185), Ar-Rahman (26-27), At-Taubah (21-22) dan juag berisi tentang hari, tanggal, bulan, dan tahun wafatnya Maulana Malik Ibrahim serta gelar-gelarnya.(Machi suhadi 1995:38-40).

Gapura paduraksa ini merupakan symbol memasuki daerah yang semi sacral atau sacral, karena gapura ini merupakan pintu masuk yang dilengkapi dengan daun pintu dengan atas tertutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar